Sponsors

Showing posts with label Perkakas. Show all posts
Showing posts with label Perkakas. Show all posts

Tuesday, February 23, 2016

Jenis-Jenis Serta Kegunaan Pahat Pada Mesin Bubut CNC

Jenis-Jenis Serta Kegunaan Pahat Pada Mesin Bubut CNC

Assalamualaikum.Wr.Wb

Bismillah... Puji syukur alhamdulillah saya masih di beri kesempatan Allah SWT untuk dapat menuliskan secuil ilmu yang telah saya dapatkan dari perkuliahan. J
Nahh.. Disini saya akan mencoba menerangkan kegunaan, jenis dan bentuk pahat yang di gunakan pada mesin bubut CNC. Sebelum membahas pahat nya mari kita kenal dulu apa itu mesin CNC. Mesin CNC adalah suatu mesin yang di kontrol oleh komputer dengan menggunakan bahasa numerik (data perintah dengan kode angka, huruf dan simbol) sesuai standart ISO. Sistem kerja teknologi CNC ini akan lebih sinkron antara komputer dan mekanik, sehingga biladibandingkan dengan mesin perkakas yang sejenis, maka mesin perkakas CNC lebih teliti, lebih tepat, lebih fleksibel dan cocok untuk produksi masal.Dengan dirancangnya mesin perkakas CNC dapat menunjang produksi yang membutuhkantingkat kerumitan yang tinggi dan dapat mengurangi campur tangan operator selama mesin beroperasi.

Baik, langsung saja ke materi Kegunaan, Jenis dan Bentuk pahat mesin bubut CNC.
Berdasarkan bahan pembuatnya, ada dua macam pahat bubut yang umum dipakai, yakni pahat HSS dan Carbide/Tungsten Carbide.

a. Pahat HSS (High Speed Steel) Bila diartikan kedalam bahasa indonesia maka menjadi baja berkecepatan tinggi. Namun dapat dipahami HSS merupakan peralatan yang berasal dari baja dengan unsur karbon yang tinggi. Biasanya digunakan untuk mengasah atau memotong benda kerja. Pahat ini sering digunakan karena kuat dalam pengerjaan panas. Pahat HSS memiliki ketahanan terhadap abrasif yang tinggi, jadi awet jika digunakan.
b. Carbide Pahat jenis ini dibentuk dengan campuran bahan kimia. Dalam bentuk dasarnya carbide berbentuk butir – butir abrasif yang sangat halus, tetapi dapat dipadatkan dan dibentuk menjadi peralatan dalam perindustrian. Carbide ini memiliki kekerasan 3 kali lipat dari baja. Sehingga hanya dapat dilakukan proses pemolesan menggunakan silikon karbida, boron nitrida bahkan berlian. 

                Beragam bentuk benda kerja yang ingin kita buat di mesin bubut menuntut kita untuk mempersiapkan bentuk – bentuk pahat bubut yang umum dipakai. Bambar berikut menjelaskan macam – macam bentuk pahat bubut dan benda kerja yang dihasilkan. Bagian pahat yang bertanda bintang adalah pahat kanan, artinya melakukan pemakanan dari kanan ke kiri saat proses pengerjaan.

Berdasarkan bentuknya, pahat bubut diatas dari kanan ke kiri adalah: 
1. Pahat alur lebar 2. Pahat pinggul kiri 3. Pahat sisi kiri 4. Pahat ulir segitiga 5. Pahat alur segitiga (kanan – kiri) 6. Pahat alur 7. Pahat ulir segitiga kanan 8. Pahat sisi/ permukaan kanan (lebih besar) 9. Pahat sisi/permukaan kanan 10. Pahat pinggul/champer kanan 11. Paha sisi kanan

                Berikut adalah gambar, penjelasan dan fungsi pahat-pahat pada mesin bubut CNC.
1.  Pahat Ulir atau Insert Ulir
                Fungsinya digunakan untuk membuat ulir, baik ulir tunggal maupun ulir ganda. Bentuk pahat ulir harus sesuai dengan bentuk ulir yang diinginkan, misalnya sudut ulir yang di inginkan 45˚ maka pahat yang harusnya dibuat adalah memiliki sudut 45˚. Untuk itu diperlukan pengasahan pahat sesuai dengan mal ulirnya. Standart sudut pahat ulir di lihat dari bentuknya di bagi menjadi 2 : sudut metris 60˚ dan sudut ulir whitwoth 55°.
*Contoh pembubutan ulir di CNC
Cara pemakanan ulir agar pahat tidak mudah aus dan patah:
a. Miringkan sudut tirus searah jarum jam dengan sudut (sudut pahat ulir / 2; metris 60°/2=30°, whitwoth 55°/2 = 27,5°)
b. Baskan ketinggian pahat dengan sumbu senter.
c. Tegak luruskan pahat dengan benda kerja dengan menggunakan mal pahat ulir.
d. Demakanan harus 2:1 yaitu nonius eretan bawah dua kali lipat dari nonius eretan atas yaitu eretan tirus (misal: nonius eretan bawah pemakanan 2 strip atau 2 garis nonius dan ditambah nonius eretan atas atau tirus 1 strip atau 1 garis nonius.
 2. Pahat pengasaran biasanya digunakan untuk program G71 dimana jenis pahat ini terdapat dua jenis (yang di lingkari) :
a. Pahat Rata Kiri
Fungsinya digunakan untuk pembubutan rata memanjang yang pemakanannya di mulai dari kiri ke arah kanan mendekati posisi kepala lepas. Pahat rata kiri ini memiliki sudut baji 55˚.

b. Pahat Rata kanan
Fungsinya digunakan untuk pembubutan rata memanjang yang pemakanannya di mulai dari kiri ke arah kanan mendekati posisi cekam. Pahat bubut rata kanan memiliki sudut baji 80˚ dan sudut-sudut bebas lainnya.
3.  Pahat Bor

Kegunaan Pahat Bor yaitu digunakan untuk mendapatkan kedalaman yang diharapkan, letaknya di ujung rangkaian pipa pemboran dinamakan mata bor atau bit. Semakin besar diameter pahat maka semakin kecil kecepatan putaran sehingga tools / pahat bor menjadi awet.
Ada tiga macam mata bor jika dilihat dari jenis batuan yang dibor, yaitu :
Mata bor untuk batuan lunak , bentuk gigi panjang dan langsing.
Mata bor untuk batuan sedang, bentuk gigi agak pendek dan tebal.
Mata bor untuk batuan keras, bentuk gigi pendek dan tebal.
Ukuran – ukuran pahat yang biasa dipakai :
Pahat 36” untuk pipa selubung 30”
Pahat 26” untuk pipa selubung 20”
Pahat 17. 1/2 untuk pahat selubung 13. 3/8”
Pahat 12. 1/4” untuk pipa selubung 9. 5/8”
Pahat 8. 1/2” untuk selubung 7”
Pahat 6” untuk pipa selubung 4.1/2”
4. Pahat Potong (cutting)
            Sesuai dengan namanya pahat ini memiliki fungsi yang digunakan untuk memotong benda kerja. Setalah dilakukan pembubutan hingga hasil akhir maka selanjutnya diteruskan dengan pemotongan benda kerja lihat gambar dibawah ini bentuk pahat potong untuk bubut.

Sekian penjelasan mengenai jenis dan fungsi/kegunaan pahat pada mesin bubut CNC, bila terdapat kekeliruan saya mohon maaf, karena saya masih dalam proses pembelajaran. J
Terima Kasih, semoga bermanfaat....
Wassalamualaikum.Wr.Wb

Keselamatan Kerja Pengelasan

Keselamatan Kerja Pengelasan

Alat Keselamatan Kerja PengelasanDitemukannya logam pertama kali dirasakan sebagai suatu kemajuan teknologi yang sungguh luar biasa tetapi pada pihak lain perkembangan baru ini akan menimbulkan suatu permasalahan baru yaitu bagaimana proses penyambungan dari logam-logam tersebut.
Proses penyambungan logam terdiri dari sambungan baut, sambungan keling, sambungan lipat, sambungan tempa, patri, solder dan sambungan las (pengelasan). Dalam fabrikasi, konstruksi dan industri proses sambungan las merupakan salah satu cara yang paling dominan/ baik apabila dibandingkan dengan cara pengerjaan pemesinan yang lainnya dikarenakan proses ini sangat praktis, murah dan cepat.
Penggunaan las dalam pengerjaan konstruksi semakin luas sehingga kecelakaan yang diakibatkan oleh proses pengerjaan tersebut juga sering banyak terjadi.
Pekerjaan pengelasan merupakan salah satu proses pemesinan yang penuh resiko karena selalu berhubungan dengan api dan bahan-bahan yang mudah terbakar dan meledak terutama sekali pada las gas yaitu gas oksigen dan Asetilin. Kecelakaan yang terjadi sebenarnya dapat dikurangi atau dihindari apabila kita sebagai operator dalam mengoperasikan alat pengelasan dan alat keselamatan kerja dipergunakan dengan baik dan benar, memiliki penguasaan cara-cara pencegahan bahaya akibat proses las.


GAS DALAM ASAP LAS

Menurut (Harsono, 1996)sewaktu proses pengelasan berlangsung terdapat gas-gas yang berbahaya yang perlu diperhatikan , yaitu:
  • Gas Karbon Monoksida (CO)
    Gas ini mempunyai afinitas yang tinggi terhadap haemoglobin (Hb) yang akan menurunkan daya penyerapannya terhadap oksigen.
  • Gas Karbon Dioksida (CO2)
    Gas ini sendiri sebenarnya tidak berbahaya terhadap tubuh tetapi bila konsentrasi CO2 terlalu tinggi dapat membahayakan operator terutama bila ruangan tempat pengelasan tertutup seperti di laboratorium.
  • Gas Nitrogen Monoksida (NO)
    Gas NO yang masuk ke dalam pernafasan tidak merangsang, tetapi akan bereaksi dengan haemoglobin (Hb) seperti halnya gas CO. Tetapi ikatan antara NO dan Hb jauh lebih kuat daripada CO dan Hb maka gas NO tidak mudah lepas dari haemoglobin, bahkan mengikat oksigen yang dibawa oleh haemoglobin. Hal ini menyebabkan kekurangan oksigen yang dapat membahayakan sistem syaraf.
  • Gas Nitrogen Nioksida (NO2)
    Gas ini akan memberikan rangsangan yang kuat terhadap mata dan lapisan pernafasan, bereaksi dengan haemoglobine (Hb) yang dapat menyebabkan sakit mata dan batuk–batuk pada operator. Keracunan gas ini apabila dipakai untuk jangka waktu yang lama akan berakibat operator menderita penyakit TBC atau paru–paru.
  • Gas-gas beracun yang terbentuk karena penguraian dari bahan pembersih dan pelindung terhadap karat.

PENCEGAHAN BAHAYA

Pada proses pengelasan operator harus benar-benar mengetahui dan memahami bahaya-bahaya yang muncul selama proses pengelasan ini berlangsung. Menurut Harsono, 1996,beberapa macam bahaya pengelasan yang mungkin saja timbul sewaktu proses berlangsung, meliputi:
Bahaya Ledakan
Bahaya ledakan yang sering terjadi pada proses pengelasan produk yang berbentuk tangki atau bejana bekas tempat penyimpanan bahan-bahan yang mudah menyala atau terbakar . Pada proses pengelasan/ pemotongan ini diperlukan beberapa hal persiapan pendahuluan untuk menghindari bahaya ledakan, seperti:
  • Pembersihan bejana atau tangki
    Sebelum proses pengelasan berlangsung maka bejana atau tangki perlu dibersihakan dengan:
    • Air untuk bahan yang mudah larut
    • Uap untuk bahan yang ,mudah menguap
    • Soda kostik untuk membersihkan minyak, gemuk atau pelumas
  • Pengisian bejana atau tangki
    Setelah proses pembersihan selesai isilah tangki atau bejana dengan air sedikit di bawah bagian yang akan dilas/dipotong.
  • Kondisi tangki sewaktu proses pengelasan
    Selama proses pengelasan berlangsung kondisi tangki atau bejana harus dalam keadaan terbuka agar gas yang menguap karena pada proses pemanasan gas dapat keluar.
  • Penggunaan gas lain
    Apabila dalam proses pengisian tangki atau bejana dengan air mengalami kesulitan maka sebagai gantinya dapat digunakan gas CO2 atau gas N2 dengan konsentrasi minimum 50 % dalam udara.

Bahaya Jatuh
Untuk pengerjaan konstruksi bejana, tangki pertamina atau konstruksi bangunan lainnya yang membutuhkan tempat yang tinggi, bahaya yang mungkin dapat terjadi adalah bahaya jatuh atau kejatuhan yang berakibat fatal. Beberapa langkah yang perlu diambil oleh operator untuk menghindari bahaya ini:
  • Menggunakan tali pengaman
  • Menggunakan topi pengaman untuk mencegah terjadinya kejatuhan benda – benda atau kena panas matahari

Bahaya Kebakaran
Proses pengelasan selalu berhubungan dengan api sehingga bahaya kebakaran sangat mungkin terjadi mengingat proses ini sangat berhubungan erat dengan api dan gas yang mudah terbakar, untuk itu operator perlu sekali mengambil langkah-langkah pengamanan seperti:
  • Ruangan atau areal pengelasan harus bebas dari kain, kertas, kayu, bensin, solar, minyak atau bahan-bahan lain yang mudah terbakar atau meledakharus ditempatkan di tempat khusu yang tidak akan terkena percikan las
  • Jauhkan tabung-tabung dan generator dari percikan api las, api gerinda atau panas matahari
  • Perbaikan pada sambungan-sambungan pipa atau selang-selang terutama saluran Asetilen
  • Penyediaan alat pemadam kebakaran di tempat yang mudah dijangkau seperti bak air, pasir, hidrant
  • Kabel yang ada didekat tempat pengelasan diisolasi dari karet ban

Bahaya Percikan Api / Panas
Bahaya dari percikan api atau panas akan berakibat bahaya kebakaran seperti yang diuraikan diatas , tetapi bahaya lainnya adalah pada operator las sendiri yang terkena luka bakar atau sakit mata. Untuk itu operator selalu dianjurkan menggunakan alat-alat pelindung seperti:
  • sarung tangan
  • apron
  • sepatu tahan api
  • kaca mata las
  • topeng las

Bahaya Gas dalam Asap Las
Pencegahan atau tindakan yang harus diambil oleh operator untuk menghindari bahaya gas dalam asap las adalah:
  • Pekerjaan las harus dikerjakan dalam ruang terbuka atau ruang yang berventilasi agar gas dan debu yang terbentuk segera terbuang
  • Apabila ventilasi masih belum cukup memadai maka sebaiknya memakai masker hidung
  • Untuk pengerjaan pengelasan dalam tangki perlu tindakan di bawah ini:
  1. Menggunakan penghisap gas/ debu
  2. Dibutuhkan seorang rekan operator di luar tangki atau bejana yang selalu siaga apabila terjadi bahaya
  3. Voltage lampu penerangan maksimum 12 volt


ALAT KESELAMATAN KERJA

Alat-alat keselamatan kerja saat menggunakan las listrik antara lain:
Helm/topeng Las
Helm/ topeng las melindungi mata dari pancaran busur listrik berupa sinar ultra violet dan infra merah yang menyala terang dan kuat. Sinar las ini tidak boleh dilihat secara langsung dengan mata telanjang sampai jarak 15 meter. Selain itu bentuk helm/topeng las yang menutup muka berguna melindungi kulit muka dari percikkan api busur listrik dan asap gas dari proses peleburan elektroda pada las listrik.

Alat keselamatan kerja ini memiliki 3 lapisan kaca, yang terdiri dari satu kaca las khusus yang diapit oleh 2 kaca bening.  kaca bening berfungsi melindungi kaca khusus tersebut agar tidak mudah rusak dan pecah.

Kaca las memiliki klasifikasi berbeda berdasarkan besar arus listrik yang dapat diatur pada mesin lasnya, sbb:
  • Kaca las no.6 dipakai untuk las titik (tack weld)
  • Kaca las no.6 dan no. 7 dipakai untuk pengelasan dengan arus sebesar 30 Ampere
  • Kaca las no.8 dipakai untuk pengelasan dengan arus sebesar 30 Ampere – 75 Ampere
  • Kaca las no.10 dipakai untuk pengelasan dengan arus sebesar 75 ampere – 200 Ampere
  • Kaca las no.12 dipakai untuk pengelasan dengan arus sebesar 200 Ampere – 400 Ampere
  • Kaca las no.14 dipakai untuk pengelasan menggunakan arus sebesar diatas 400 Ampere.
Helm Topeng Las Welding

Pakaian kerja (Apron)
Pakaian kerja berguna melindungi badan dari percikan bunga api. Apron terbuat dari bahan yang tidak mudah terbakar . Apron terdiri dari apron lengan dan apron dada.
pakaian las Apron

Sarung Tangan (Welding Gloves)
Sarung tangan terbuat dari kulit atau asbes lunak sehingga tidak menghalangi pergerakkan jari-jari tangan saat memegang penjepit elektroda atau peralatan lainnya. Sepasang sarung tangan harus selalu dipakai agar tangan tidak tidak terkena percikkan bunga api atau benda panas yang dilas.
sarung tangan las welding

Sepatu Las
Karakteristik sepatu las sangat berbeda dengan sepatu biasa pada umumnya. Sepatu las yang baik adalah yang terbuat dari bahan kulit dan diujungnya terdapat besi plat pelindung. Ini berguna untuk melindungi kaki dari kejatuhan benda kerja yang biasanya besi keras, berat, dan mungkin tajam.
sepatu pelindung las welding

Masker
Berguna untuk menutup mulut dan hidung dari asap yang ditimbilkan oleh mencairnya fluks pada elektroda.
 Masker Respiratory Las Welding

Alat keselamatan kerja las listrik hanyalah salah satu bagian dari sistem keamanan dan keselamatan kerja. Pemahaman terhadap resiko pekerjaan las listrik dan kesadaran dalam mematuhi prosedur kerjanya akan sangat membantu kelancaran dan keberhasilan pekerjaan.

Tuesday, January 26, 2016

Meteran, Fungsi dan Cara Penggunaanya

Meteran, Fungsi dan Cara Penggunaanya

1. Pengertian :
Meteran juga dikenal sebagai pita ukur atau tape atau bisa disebut juga sebagai Roll Meter ialah alat ukur panjang yang bisa digulung, dengan panjang 25 – 50 meter. Meteran ini sering digunakan oleh tukang bangunan atau pengukur lebar jalan. Ketelitian pengukuran dengan rollmeter hingga 0,5 mm. Roll Meter ini pada umumnya dibuat dari bahan plastik atau plat besi tipis. Satuan yang dipakai dalam Roll Meter yaitu mm atau cm, feet tau inch. Pita ukur atau Roll Meter tersedia dalam ukuran panjang 10 meter, 15 meter, 30 meter sampai 50 meter. Pita ukur umumnya dibagi pada interval 5 mm atau 10 mm.
Roll Meter juga memiliki daya muai dan daya regang. Daya muai ialah tingkat pemuaian dikarenakan perubahan suhu udara. Dan daya regang ialah perubahan panjang disebabkan regangan atau tarikan. Daya muai dan daya regang meteran dipengaruhi oleh jenis Roll Meter, yang di bagi berdasarkan bahan yang dipakai dalam pembuatannya.

2. Kegunaan/Fungsi :
Berfungsi untuk mengukur jarak atau panjang. Meteran juga berguna untuk mengukur sudut, membuat sudut siku-siku, dan juga dapat dipakai untuk membuat lingkaran. Pada ujung pita dilengkapi dengan pengait dan diberi magnet agar lebih mudah ketika sedang melakukan pengukuran, dan pita tidak lepas ketika mengukur.
3. Cara Menggunakan/Mengukur :
Cara pemakaian / pengukurannya tinggal merentangkan meteran ini dari ujung yang satu ke ujung yang berbeda yaknik ke objek yang akan diukur. Akan tetapi untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat alangkah baiknya bila dilakukan oleh dua orang, orang pertama memegang ujung awal meteran dititik yang pertama dan meletakkannya tepat di angka nol pada meteran dan orang yang kedua memegang rol meter menuju ke titik pengukuran lainnya, lalu tarik meteran selurus mungkin dan letakkan meteran di titik yang di tuju dan baca angka pada meteran yang tepat dititik yang dituju. Teknik ini memiliki keterbatasan pada pengontrolan besar sudut yang di dapatkan dari hasil pengukuran dari kedua titik.
4. Tingkat ketelitian :
Tingkat ketelitian Roll meter yaitu 0,5 mm.
5. Cara membaca Skala dan Hasil :
  • Posisi arah pandangan kedua mata harus lurus dan tepat ke Roll meter.
  • Lihat ada skala yang ada pada roll meter.
  • Baca hasilnya.
6. Bagian-bagian :
  • Kotak meteran.
  • Meteran/Pita besi tipis.
  • Plat stainless pada ujung titik meteran.
  • Gantungan pada kotak meteran.
7. Cara Kalibrasi :
Alat ini telah dikalibrasi bersamaan dengan proses pumbuatanny, hal ini memudahkan kita karena kita bisa langsung menggunakannya langsung.
8. Nama lain :
  • Meteran.
  • Meteran Kelos.
  • Pita ukur / tape.
9. Jenis-jenis :
  • METERAN ATAU PITA UKUR DARI KAIN ( METALIC CLOTH ).
  • METERAN ATAU PITA UKUR BAJA ( STEEL TAPE ).
  • METERAN ATAU PITA UKUR BAJA ALOY ( STEEL ALLOY ).
10. Cara Merawat :
  • Bersihkan Roll Meter sebelum maupun sesudah digunakan, bersihkan bagian yang sekiranya kotor
  • Simpan Roll Meter ditempat yang aman.
  • Kembalikan Roll Meter ke tempatnya setelah digunkan
11. Skala utama / Skala nonius :
Skala utama terletak di bagian Roll Meter yang biasanya dalam bentuk roll terdapat dalam ukuran 10 m, 20 m, 30 m , 50 m dan 100 m.

Feeler Gauge, Pengertian dan Cara Menggunakannya

Feeler Gauge, Pengertian dan Cara Menggunakannya

1. Pengertian :
Feeler Gauge atau dalam bahasa indonesia biasa disebut Kaliper Celah Merupakan alat ukur yang sering dipakai untuk memeriksa jarak-jarak yang kecil atau ukuran celah-celah diantara dua permukaan. Karena daerah antara kedua permukaan ini sangat sempit sehingga diperlukan alat ukur tidak berskala yang bisa dipakai untuk menentukan ukuran tersebut. Alat ini dipakai secara luas dalam bidang pemesinan, fitting dan otomotif. Contoh penggunaannya yaitu untuk memeriksa kelonggaran katup pada mesin atau menyetel pisau mesin frais.
2. Kegunaan/Fungsi :
Feeler gauge berguna untuk mengukur celah antara 2 permukaan yang rata.

3. Cara Menggunakan/Mengukur :
Pengukuran celah dilakukan dengan memasukkan salah satu kaliper yang sesuai dengan celah yang di ukur. Jangan memaksakan kaliper yang tidak sesuai atau terlalu sesak karena dapat menyebabkan kaliper bengkok dan kemungkinan akan terjadi perubahan bentuk yang tetap. Apabila kaliper terlalu tebal dapat dipilih kaliper lain dengan ukuran di bawahnya. Ketelitian pengukuran dapat didapatkan dengan menggabungkan beberapa kaliper. Apabila sebuah kaliper dapat masuk dengan longgar, coba tambahkan dengan kaliper dengan ukuran terkecil. Kaliper-kaliper tersebut dapat ditambahkan sehingga didapatkan ukuran yang pas. Ukuran celah adalah jumlah dari ukuran kaliper yang dapat masuk dengan pas tersebut.

4. Tingkat Ketelitian :
Tingkat Ketelitian Feeler Gauge yaitu 0,01 mm.

5. Cara Membaca Skala dan Hasil :
Masukkan Feeler Gauge pada celah tersebut, apabila Feeler Gauge dapat masuk secara presisi maka itulah ukuran dari celah tersebut.

6. Bagian-bagian :
Tiap set terdiri dari 10 buah kaliper atau lebih, dijepit pada penjepit baja dengan pena yang gunanya untuk gantungan ketika kaliper itu digunakan. Sebuah Kaliper celah yang berisi 10 kaliper masing masing kalipernya mempunyai ukuran yang tertera pada tiap-tiap kaliper, dimulai dari ukuran 0,05; 0,10; 0,15; 0,20; 0,30; 0,40; 0,50; 0,60; 0,70; dan 0,80 milimeter. Ada pula kaliper celah ukurannya dalam satuan inchi.

7. Cara Kalibrasi :
Alat ini sudah terkalibrasi dari pembuatannya, sehingga mudah dipakai oleh siapa saja.

8. Nama Lain :
  • Thickness gauge.
  • Kaliper Celah.

9. Jenis-jenis :
Dua jenis : satu dengan 13 bilah 100 mm (4 in) panjang dan dengan 29 bilah 200 mm (8 in) panjang.

10. Cara Merawat :
  • Bersihkan Feeler Gauge dengan kain yang bersih sebelum dan sesudah pemakaian
  • Setiap bagian-bagian feeler gauge harus dilumasi secukupnya dengan oli yang berkualitas tinggi agar tidak mudah terkorosi/ berkarat.

11. Skala Utama / Skala Nonius :
Skala utama terdiri dari ukuran 0.05, 0.10, 0.15, 0.20, 0.30, 0.40, 0.50, 0.60, 0.70, dan 0.80 milimeter.

Bore Gauge, Pengertian dan Cara Kerjanya

Bore Gauge, Pengertian dan Cara Kerjanya

 
1. Pengertian :
Bore gauge atau juga dikenal dengan Cylinder Gauge ialah alat ukur yang dipakai guna mengukur diameter silinder. di bagian atas terdapat dial gauge dan di bagian bawahnya terdapat measuring point yang bisa bergerak bebas. Dial gauge yang terletak di bagian atas bisa dilepas caranya yaitu longgarkan securing position dial gaugenya. Sedangkan ujung batang pengukur (measuring point) akan bergerak bila ditekan dan jarum pada dial gauge antara 0-2 mm akan bergerak dari harga standarnya.
di sisi lain terdapat replacement rod yang panjangnya beragam tergantung pada kebutuhan, yang dilengkapi dengan replacement securing thread merupakan semacam mur pengikat yang berfungsi untuk mengunci supaya replacement rod dan washernya tidak lepas ketika bore gauge digunakan.


2. Kegunaan/Fungsi :

Berguna untuk mengukur garis tengah bagian dalam dari sebuah benda kerja, seperti : Cylinder, lubang dudukan poros dan lain-lain.

3. Cara Menggunakan/Mengukur :
Cara Menggunakan Bore Gauge :
  • Ukur diameter silinder dengan memakai jangka sorong untuk mengetahui diameter secara kasar guna memilih rod end yang tepat untuk dipasangkan pada bore gauge (atau lihat ukuran standarnya pada maintenance standard), misal diperoleh hasil pengukuran : 75,40 mm.
  • Pilih replacement rod yang panjangnya lebih besar dari hasil pengukuran tersebut misal 76 mm, setelah itu pasang replacement rod pada bore gauge.
  • Ukur panjang replacement rod dengan mikrometer luar dan usahakan jarum dial gauge tidak bergerak, misal diperolah hasil pengukuran 76,20.
  • Masukan replacement rod kedalam lubang (cylinder), goyangkan tangkai bore gauge ke kanan dan ke kiri hingga di peroleh penyimpangan terbesar (posisi tegak lurus).
  • Baca besarnya penyimpangan yang ditunjukan dial gauge, misal diperoleh 0,13 mm.
  • Besarnya diameter cylinder yaitu selisih antara hasil pengukuran panjang replecement rod dengan besarnya penyimpangan jarum bore gauge. Jadi diameter cylinder = 76,20 -0,13 = 76,07 mm.
Cara menentukan ke ovalan silinder :
  • Mula – mula tentukan sumbu X dan sumbu Y dari silinder.
  • Lalu bagi silinder menjadi 3 bagian yaitu bagian atas (TOP), bagian tengah (CENTER), dan bagian bawah (DEEP).
  • setelah itu ukur sumbu X dan Y dari masing-masing bagian.
  • Misalnya diperoleh hasil pengukuran bagian atas (TOP) cylinder sumbu X = 80.75 mm dan sumbu Y = 80.73 mm, maka keovalannya cylinder bagian atas adalah 80.75 – 80.73 mm = 0.02 mm.
  • Lanjutkan pengukuran pada bagian tengah (CENTER) dan bagian Bawah (DEEP).
Cara menentukan ketirusan cylinder :
  • Ketirusan merupakan selisih ukuran antara cylinder bagian atas dengan cylinder bagian bawah atau sebaliknya.
  • Untuk menentukan ketirusan cylinder, dapat diambil dari keovalan masing-masing bagian pada TOP, CENTER dan DEEP silinder.
  • Misalnya, keovalan cylinder bagian atas adalah 0.02 mm dan bagian bawah cylinder adalah 0.01 mm, maka ketirusannya adalah 0.02 – 0.01 mm = 0.01 mm.

4. Tingkat Ketelitian :
Tingkat ketelitian Bore Gauge adalah 0,01 mm.
5. Cara membaca Skala dan Hasil Pengukuran :
Apabila jarum kecil menunjukkan pada angka satu dan jarum besar pada strip yang ke-22 setelah bergerak dari nol searah jarum jam, jadi hasil pengukuran :
  • Jarum kecil = 1 pada pengetesan = 75 mm.
  • Jarum besar = 22 x 0,01 mm = 0,22 mm.
  • Hasil pembacaan = 75 – 0.22 = 74.78 mm.
Jika jarum kecil menunjukkan pada angka satu dan jarum besar pada strip yang ke-25 setelah bergerak dari nol berlawanan jarum jam, jadi hasil pengukuran :
  • Jarum kecil = 1 pada pengetesan = 75 mm.
  • Jarum besar = 25 x 0,01 mm = 0,25 mm.
  • Hasil pembacaan = 75 + 0.25 = 75.25 mm.

6. Bagian-bagian :
  • Dial Indikator.
  • Replacement Rod.
  • Replacement Washer.
  • Measuring Point.
  • Batang Silinder Bore Gauge.

7. Cara Kalibrasi :
Caranya yaitu :
  • mula mula kendorkan pengunci outer ring pada dial indicator
  • kemudian masukkan dial indicator ke dalam rahang mikrometer dengan replacement rod terlebih dahulu
  • setelah itu setel angka nol pada dial gauge tepat pada jarum panjang dengan memutar outer ring
  • terakhir kunci kembali pengunci outer ring. Cylinder bore gauge siap dipakai.

8. Jenis-jenis :
  • Bore Gauge Range 5-10mm.
  • Bore Gauge Range 10-18mm.
  • Bore Gauge Range 50-150mm.
9. Cara merawat :
  • Simpat Bore Gauge pada tempatnya setelah digunakan
  • Bore gauge sebaiknya disimpan ditempat yang stabil suhu dan kelembabannya. Suhu tempat untuk menyimpan sekitar 20˚C dengan kelembaban 60-70%.
  • Tempat penyimpanan harus bebas dari getaran-getaran yang kemungkinan dapat merusak Bore gauge.

10 . Skala utama/ Skala nonius :
Pada bore gauge skala penunjukkan jarum terdiri dari angka 0 – 50 pada setengah lingkaran dari arah jarum jam atau berlawanan arah jarum jam.

Waterpass, Fungsi dan Cara Penggunaannya

Waterpass, Fungsi dan Cara Penggunaannya

1. Pengertian :
Waterpass ialah alat yang dipakai untuk mengukur perbedaan ketinggian dari satu titik acuan ke acuan berikutnya. Waterpass ini dilengkapi dengan kaca dan gelembung kecil di dalamnya. Untuk mengecek apakah sudah terpasang dengan benar, perhatikan gelembung di dalam kaca berbentuk bulat. Jika gelembung tepat berada di tengah, itu artinya waterpass telah terpasang dengan benar. Pada waterpass, terdapat lensa untuk melihat sasaran bidik.
2. Kegunaan/Fungsi :
Digunakan untuk mengukur atau menentukan sebuah benda atau garis dalam posisi rata baik pengukuran secara vertikal ataupun horizontal.
3. Cara Menggunakan/Mengukur :
Caranya dengan menempatkan permukaan alat ke bidang permukaan yang di cek. Untuk mengecek kedataran maka dapat diperhatikan gelembung cairan pada alat pengukur yang ada bagian tengah alat waterpass. Sedangkan untuk mengecek ketegakan maka bisa dilihat gelembung pada bagian ujung waterpass. Guna memastikan apakah bidang benar benar rata maka gelembung harus tepat berada ditengah alat yang ada.
4. Tingkat ketelitian :
Tingkat ketelitian waterpass ialah 1.5 mm.
5. Cara Membaca Skala dan Hasil :
a. Pada skala utama tentukan besar derajat dan menit dengan melihat jarum yang berhimpit pada skala, setiap skala mempunyai nilai 10’. b. Pada skala nonius juga menentukan besar derajat jarum yang berhimpit dengan skala, dengan besar sudut setiap skala 20”. c. Jumlahkan hasil bacaan antara skala utama dan nonius.
6. Bagian-bagian :
  • Tabung nivo.
  • Waterpass.
7. Cara Kalibrasi :
Alat ini telah dikalibrasi bersamaan dengan proses pembuatannya, karena itu alat ini bisa langsung digunakan dan memudahkan penggunanya.
8. Nama lain :
  • Leveling
9. Jenis-jenis :
  • Waterpass digital.
  • Waterpass manual.
10. Cara Merawat :
  • Bersihkan Waterpass baik sebelum maupun sesudah digunakan, bersihkan bagian-bagian yang sekiranya kotor.
  • Simpan di tempat yang aman.
  • Tempat penyimpanan harus bebas dari getaran, sinar matahari langsung dan fluktuasi temperatur.
11. Skala utama/skala nonius :
Skala pada rambu ukur (BA, BB, dan BT) dibaca dan dicatat di lembar survey 5.

Suri Drat, Fungsi dan Cara Penggunaannya

Suri Drat, Fungsi dan Cara Penggunaannya

1. Pengertian :
Suri Drat ini berfungsi untuk mengukur atau memeriksa ulir/drat. Alat ini dibuat dari bahan baja pelat. Satu set mal ulir terdiri dari beberapa buah mal. Mal ini ada yang terdiri hanya satu macam ulir saja, misalnya withworth dan ada juga yang terdiri dari dua macam ulir yaitu ulir withworth dan ulir metrik. Pada rumahnya terdapat tanda withworth 55° dan metrik 60°.

2. Kegunaan/Fungsi :
Suri Drat difungsikan untuk menentukan ulir dari suatu baut atau mur. dengan menyesuaikan antara mal dengan ulir yang akan ditiru setelah itu digunakan untuk settingan pada panel mesin bubut. Hal ini penting dilakukan dalam pembuatan ulir pada benda kerja supaya mendapatkan hasil yang sama antara master produk dengan benda kerja.

3. Cara Menggunakan/Mengukur :
a. Jika kita akan memeriksa drat baut/mur, maka rapatkan mal itu pada drat tersebut. b. Bila mal itu masuk dengan tepat pada ulir tersebut itu artinya ukuran drat tersebut sama dengan ukuran ulir yang terdapat pada mal tersebut. c. Apabila mal tidak cocok dengan drat yang diperiksa maka gantilah dengan mal-mal lainnya sampai cocok/sesuai.
4. Tingkat Ketelitian :
Tingkat ketelitian dari Suri Drat yaitu 0,25.

5. Cara Membaca Skala dan Hasil :
Sesudah menempelkan suri drat dengan drat dengan tepat, maka itulah ukuran dari drat tersebut. Lalu catat hasil pengukurannya.

6. Bagian-bagian :
  • Crest ialah bagian puncak dari ulir.
  • Root ialah bagian terendah dari ulir.
  • Flank ialah bagian yang menghubungkan crest dan root.
  • Thread angle ialah sudut yang terbentuk dari beberapa flank yang berdekatan.
  • Sudut flank ialah sudut yang terbentuk antara flank dengan garis normal dan garis pitch.
  • Major diameter ialah diameter yang terbentuk dari jarak antar crest yang berseberangan.
  • Minor diameter ialah diameter yang terbentuk dari jarak antar root yang berseberangan.

7. Cara Kalibrasi :
Alat ini telah dikalibrasi bersamaan dengan proses pembuatannya, sehingga bisa langsung digunakan dan memudah kan bagi siapa saja yang menggunakannya.

8. Nama Lain :
  • Mal Ulir.

9. Jenis-jenis :
  • Suri Drat Whitworth.
  • Suri Drat Metrik.

10. Cara Merawat :
  • Bersihkan suri drat sebelum maupun setelah digunakan, bersihkan bagian yang sekiranya kotor.
  • Beri minyak atau pelumas tipis pada suri drat jika sedang tidak digunakan.
  • Simpan suri drat ditempat yang kering dan dingin.
  • Pemeliharaan yang utama untuk mal-mal yaitu menjaganya dari karat dan rusaknya bidang periksa.

11. Skala utama/Skala nonius :
Skala utama terdiri dari 0,25 sampai 6,00mm bagi ulir metric, dan antara 2,5 sampai 28 gang per inchi untuk ulir inchi.

Alat Ukur Bengkel yg Wajib dipunyai buat Bengkel Mesin Kamu

Alat Ukur Bengkel yg Wajib dipunyai buat Bengkel Mesin Kamu


Kala ini bekerja di bengkel mesin perkakas pasti kamu mesti sanggup memberikan layanan yg paling baik bagi para pembeli. Pasti saja buat sanggup jalankan hal itu, sehingga kamu mesti memanfaatkan peralatan yg mempunyai kualifikasi tepat keperluan kamu. Pastinya mesti konsisten dilakukan bersama pertimbangkan mutu pula anggaran yg ada lebih-lebih dulu. Tapi kamu tak butuh khawatir lantaran tidak sedikit pihak yg memberikan layanan buat memenuhi kepentingan tersebut bersama mutu terbaiknya.
Peralatan Utk Pengukuran Wajib di Bengkel
Beraneka Ragam alat ukur bengkel yg biasa dipakai terhadap bengkel mesin perkakas jadi peralatan tak mampu kamu tinggalkan. Aspek tersebut jadi perlengkapan wajib yg mesti senantiasa dipindah buat menopang dalam menopang tugas kamu. Maka service yg kamu jalankan mampu jadi lebih maksimal & tidak mau mengecewakan. Pasti hal itu serta sanggup memberikan keuntungan lebih bagi perusahaan area kamu bekerja.
Berikut sekian banyak alat ukur bengkel yg mesti kamu penuhi apalagi dulu, tak boleh dilupakan waktu bekerja di bengkel mesin perkakas, & fasilitas ini akan kamu temukan di tokootomtotif.com
Tiap-tiap fasilitas tersebut benar-benar memberikan fungsi pun kiat pengunaannya masing-masing. Kamu mesti memperhatikan bersama seksama dengan cara apa trick menggunakannya dgn baik & benar. hal itu mesti jadi elemen basic yg jadi konsentrasi mutlak kamu. Tidak Cuma itu memperhatikan trick buat jalankan perawatan pada perlengkapan tersebut bakal amat menunjang buat memberikan keuntungan lantaran hal itu dapat membuatnya jadi lebih awet. Tak cuma awet namun mutu tingkat ketelitiannya tak ingin gampang menurun walau tidak jarang dipakai.
Dalam pilih sebelum memutuskan utk membeli peralatan tersebut, kamu tak sanggup dengan cara sembarangan mengambilnya. Namun pertimbangan harga pun kualitasnya pula butuh jadi perhatian kamu buat sanggup memperoleh yg paling baik. Jangan Sampai hingga telah mengeluarkan budget namun media yg didapatkan bertentangan bersama kemauan. Pastinya aspek tersebut dapat memberikan kerugian yg lumayan agung. Tidak Hanya itu, layanan buat para pembeli pula tak akan dapat lebih maksimal.
Perhitungkan penyedia atau pembuat media ukur tersebut bakal memberikan efek lebih bagi perjalanan tugas kamu. Dgn toko terpercaya walaupun membelinya dengan cara online tak akan memberikan efek atau kesukaran yg bakal memunculkan kerugian bagi kamu. hal itu mampu berjalan karena kalau membeli di toko alat ukur bengkel yg benar-benar telah terpercaya sehingga tingkat profesionalitas mereka tak butuh diragukan lagi.
Tak cuma itu, tapi toko alat ukur bengkel yg profesional tentu dapat senantiasa memberikan peralatan tersebut dgn mutu paling baik. Mereka tak dapat mengecewakan kamu dgn product tak dapat diakui. hal itu mesti kamu tonton dgn baik & cermat sebelum membeli. Pastikan bahwa spesifikasi telah pas keperluan.

Spring Caliper, Pengertian dan Cara Membacanya

Spring Caliper, Pengertian dan Cara Membacanya

1. Pengertian :
Spring Caliper Memiliki dua kaki dan salah satu ujungnya disambung menjadi satu dan dilengkapi dengan spring guna mengembalikan/mempertahankan Spring Caliper untuk selalu terbuka. Alat ini juga dilengkapi dengan screw pengikat guna mempertahankan Spring Caliper pada posisi yang dikehendaki. Spring Caliper dipakai untuk mengukur diameter luar/dimensi luar yang tidak bisa dijangkau oleh alat ukur, misal: mistar baja, outside micrometer. Contoh penggunaannya yaitu untuk pengukuran Track Roller pada mesin.
2. Kegunaan / Fungsi :
Dipakai untuk mengukur diameter luar/dimensi luar yang tidak dapat diraih oleh alat ukur yang lain.
3. Cara Menggunakan/Mengukur :
a. Kendorkan screw pengikat hingga kaki dari Spring Caliper membuka sesuai benda yang mau diukur. b. Dekatkan dengan benda kerja. c. Rekatkan sampai menyentuh benda kerja. d. Putar screw pengikat guna mempertahankan posisi kaki Spring Caliper. e. Lepaskan Spring Caliper dari benda kerja. f. Ukur bagian ujung kaki Spring Caliper dengan Mistar Baja. g. Catat hasilnya.
4. Tingkat Ketelitian :
Keakuratannya (0.125 cm)+0.0005 inchi.

5. Cara Membaca Skala dan Hasil :
Dengan memakai bantuan alat. cotohnya mistar baja, penggaris, dan lain-lain.
6. Bagian-bagian :
  • Sendi jangka
  • Mur penyetel
  • Jangka luar
  • Kaki
bagian spring caliper
7. Cara Kalibrasi :
Alat ini telah terkalibrasi bersamaan dengan proses pembuatannya, sehingga bisa langsung dipakai tanpa perlu kaibrasi sendiri

8. Nama lain :
  • Jangka Outside.
  • Outside Caliper.
9. Jenis-jenis :
a. Spring Outside Calipers. b. Firm joint screw adjusting outside calipers. c. Firm joint screw adjusting inside calipers. d. Spring inside calipers. e. Hermaphrodite calipers.
10. Cara Merawat :
bersihkan permukaan pengukuran dan bagian bagian lain yang terasa kotor, dan gunakan bahan anti korosi. Bagian-bagian yang berulir harus dilumasi secukupnya dengan oli yang bagus.